3 Jan 2011

9. Pipi

Aku suka pipi bulat montok sempurna yang terangkat oleh segaris senyum lebar dari wajahmu malam ini.

(3 Januari 2011)

2 Jan 2011

Mengimitasi Misteri



Misteri membuat tersesat
. Gelap bagai ilusi setengah mimpi. Relung senyap piala keliru. Mengintip celah tanpa cahaya. Menjejaki setapak tanpa tanda. Mencekam menerkam dalam cemas. Menggenggam meremukan asa. Terperosok perih salah langkah gegabah. Fantasi hanya sepotong ilusi. Ilusi salah tafsir terhadap makna. Fantasi, muslihat misteri pemikat dera. Biar misteri tetap mainkan fantasi. Perlahan tapi pasti membuai fana. Terjebak dalam semu kesia-siaan. Biarlah kini misteri tetap menjadi misteri. Alih-alih mati, kumisterikan diri. Menutup setengah hati dalam samar. Entah kelambu tipis menerawang. Atau baja anti tahan gempur. Kucukupkan, dan menjadi misteri. Menutup yang terlanjur tersibak. Meletakan bayang-bayang kabur. Menjadi gelap dalam terang. Menghapus pertunjuk tercecer. Mulai detik ini, raba dan jatuhlah. Dalam buaian relung misteriku.

(Minggu pagi, garis matahari pagi menembus kasa hangat menyengat kulit)




Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kaku


Terima kasih untuk tidak kaku. Kalau kaku kukutuk jadi papertoy. Karena tidak kaku. Besok siang boleh kue dingin menantimu. Jujur. Aku rindu. Tapi malu. Hahaha


(Sabtu malam, baru tau kamu lihat. Maaf dan terima kasih)

10. Penyelesaian

Aku suka penyelesaian tanpa huru-hara, tanpa panas mendera. Aku cukup mengerti apa yang kau katakanlah. Jadi, katakanlah. Terima Kasih untuk mau berubah.:)

(2 Januari 2011)

1 Jan 2011

Diam-diam

Kamu mungkin tidak tau dan tak akan pernah tau atau memang tidak mau tau trauma yang kusimpan tentang semarak perayaan tahun baru. Gugup, takut, cemas bercampur.

Kebersamaanku denganmu yang aku harap menjadi perisai. Sempurna. Rencana telah disusun. Tapi rencana hanyalah rencana, kau belum ingin membagi bahagiamu denganku. Kau masih ragu menarikku lebih dalam. Timbang menarikku, kau pilih sisihkan aku sejenak. Toh aku tak akan kemana. Nanti, bisa kau pungut lagi. Atau mungkin ini hanya otak busukku yang berkisah. Tapi usaha menjernihkan si busuk ini pun tak ku saksikan hingga detik ini.

Malam tadi, sunyi telah meremukkan semua perisai trauma itu. Menyerangku yang tanpa perisai. Mencengkram, mengeluarkan jiwaku hingga setengah kosong. Meninggalkan kecewa. Sunyi? Ya... Sunyi dibalik gempita bukankah lebih tragis?!




(Sabtu siang yang masih melelapkan sebagian orang yang lelah tadi malam)


*Jika kau tau, ini hanya pikiranku yang kecewa. Maaf... Aku hanya butuh ruang meluapkannya. Entah benar atau salah. Dan seperti biasa, ini pengobatanku. Aku akan tampil baik-baik saja di hadapanmu. Seperti yang kau harapkan.



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

1.1.11



Malam ini aku meresap hangatmu dalam dekap seraya memandangi pijar warna-warni yang menari di langit tanpa bintang ini. Masih bisa kudengar bisik halusmu walau suara gempita pecah di detik itu. Mungkin. Ya... Khayalku yang berkisah.


Nyatanya, aku duduk di depan jendela kamar gelapnya sengaja dipadamkan. Dalam gelap cahaya akan semakin pekat menurutku. Aku suka api warna-warni yang menari-nari itu. Andai letupannya berbunyi lebih bisik bukan bising. Semakin indah.

Kembang api seperti bersahut-sahutan. Ternyata tidak ada yang yakin pasti kapan pergantian tahun itu sehingga tepat bagi mereka membakar sumbunya. Setelan jam masing-masing pun berbeda. Tak heran jika beberapa mendahului dan terlambat. Yang penting semarak.

Tersadar aku saat mendengar isak, dari bibirku. Bahuku naik turun semakin cepat temponya. Sesak menghimpit napas agar tetap didalam dan tidak mempersilakan yang diluar untuk masuk. Pipiku terasa lengket, becek.

Bukan. Bukan sepenuhnya kecewa ketiadaanmu malam ini. Hanya, suasana sepi ini melarutkanku bersama puyer pahit kisah lalu. Ingatan dua tahun lalu, aku yang hancur saat itu. Bedanya... Kali ini aku total sendiri dalam gelap kotak persegi.

Bergegas menuju kamar mandi. Bukan sekedar membasuh wajah yang lembab. Tapi mandi. Mandi tengah malam di pergantian tahun. Seolah berharap meluluhkan semua gusar.




(Sabtu, 1 Januari 2011. Masih ragu akankah kau sudi berbagi bahagia yang bukan hanya keluh)


*1.1.11 = 4. Bukan angka bagus memang.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

11. Menyusun

Aku suka menyusun, merencanakan, menyiapkan segala yang berkaitan dengan kesenangan yang akan aku lakukan bersamamu. Ya, membayangkannya tanpa perlu terjadi membuatku senang. Kecewa hanya gelintir yang mudah ditepis. Kamu, Selamat Merayakan Tahun Baru!

(1 Januari 2011)