15 Des 2010

Fake!


"Her green plastic watering can
For her fake Chinese rubber plant
In the fake plastic earth
That she bought from a rubber man
In a town full of rubber plans
To get rid of itself
It wears her out, it wears her out"
(Fake Plastic Trees - Radiohead)


(Rabu Malam, liat Agnes nyanyi sambil dengerin Radiohead)

Kala Bulan Bisa Ngomong


Malam tiba bersama bulan, tak ada yang rela terlelap. Terjaga seraya mulut komat-kamit melantunkan untaian rindu, sesekali merajuk memelas. Lutut memar bersimpuh agar bulan sudi mendengar rintih rindu. Alunannya tidak seperti 'Nina Bobo' syahdu mendayu, melainkan rangkaian lirih malu-malu tak terbendung.

Setiap detik, sejuta rindu. Mata bulan mendelik-delik menatap kesana kemari melirik pelantun rindu. Telinganya goyang naik turun menangkap arah sumber suara penyanyi rindu. Tak ada senyap kala bulan menampakkan wajahnya. Dewi malam tak henti kirimkan rindu, malam pun semakin bising. Sunyi menjadi ricuh saat dia mulai jemu. Kalau bulan bisa ngomong, sampaikan rindu, malam sunyi adalah ilusi.

Syukurlah bulan tidak bisa ngomong. Malam ini, hanya lolongan anjing yang membuatku terjaga. Dalam hati lantunkan rindu, berharap keajaiban akan tiba, menyulap bulan bisa ngomong. Hahaha.


(Selasa Malam, Kangen Band menatap bulan teringat Doel Sumbang)

28. Pesan Singkat

Aku suka pesan singkat yang hanya bertulis "tes tes", sedikit aksi dengan "tes car", semakin kurang ajar dengan "oi oi" dari pada tidak sama sekali. Tak perlu alasan untuk menyapaku. Sibak sedikit gengsimu dan temukan aku yang selalu di ada situ.

(15 Desember 2010)

14 Des 2010

Pecundang Amoral



Tanggul penyumbat rongga,
menambah sesak jiwa
Tak kuasa menahan napas,
tanggul pun kini kandas
Mengalirkan simbol kekosongan,
menggenangi selaput kornea
Saat rindu adalah kelemahan,
akulah pecundang

Lidah tersimpul mati,
hilang gemulainya
Layaknya tarian erotik,
pantang muncul ke publik
Tarian dengan irama pilu
malu-malu memecah kaku
Saat rindu menjadi tabu,
akulah amoral





"Pecundang amoral ini hadir kala mendung bergegas menggiring hujan sebelum matahari terbenam lalu duduk untuk menuang dan mereguk rindunya sendiri, pahit"


(Selasa Sore, tak nampak tanda kehadiranmu)

Tannen's Genderlect Styles:

Male-female conversation is cross-cultural communication. Masculine and feminine style of discourse are best viewed as two distinct cultural dialects rather than as inferior or superior ways of speaking. Men's report talk focuses on status and independence; women's rapport talk seeks human connection.



(Selasa Pagi, mabok Griffin)

Bibit Telinga

Aku mencari bibit telinga
Bukan bibit unggul memang
Langka, sepasang sejagat
Tidak dijual terpisah
Seri S.A.S.S. 20/06/1985


Akan kutanam di hatiku
Lahan garap yang gembur
Degup mesranya adalah pupuk
Bisik genitnya menyirami
Buaiannya usir hama


Hatimu ikut tumbuh subur
Ogah menunggu musim semi
Bunga-bunga pamer mahkota
Suka cita pesta panen
Dewi Sri pun turut hadir


"Hey, dengarkan aku..."




(Selasa, menanti fajar hingga mendengar adzan)

29. Menghujani

Aku suka menghujani pipimu dengan kecupan ritmik tanpa jeda bertempo 2/4 sampai kau lemas tak berdaya menahan geli, mengiba ampun. Gotcha!!! La la la la la...

(14 Desember 2010)